Postingan

Menampilkan postingan dengan label SEJARAH

Inilah 6 Aksi Tegas Soekarno Menolak Segala Bentuk Hubungan dengan Israel!

Gambar
Konflik Palestina-Israel telah terjadi selama bertahun-tahun masih berlangsung sampai saat ini dan sepertinya belum ada tanda-tanda akan berakhir. Dukungan kepada Palestina terus mengalir, tapi sayang hal tersebut juga belum benar-benar bisa mengakhiri konflik di sana. Apalagi Israel juga mulai diakui beberapa negara dan punya banyak dukungan. Indonesia termasuk negara yang mendukung kemerdekaan Palestina sejak zaman pemerintah Soekarno. Bahkan dengan tegas ia menolak segala bentuk hubungan dengan Israel. Presiden Soekarno nggak pernah mau mengakui berdirinya Israel pada tahun 14 Mei 1948 yang telah merampas tanah rakyat Palestina. 1. Tidak memperdulikan ucapan selamat kemerdekaan dari Israel Indonesia benar-benar mendapatkan kedaulatannya secara penuh pada tahun 1949. Negara-negara lain di dunia kemudian dengan segera mengakui kemerdekaan negara kita, bahkan termasuk Israel. Menteri Luar Negeri Israel saat itu, Moshe Sharett mengirimkan telegram yang berisi tentang pengakuan p...

Jenderal ini Tidak Main Golf dan Sederhana, Tapi Amat Dicintai Prajurit. Siapa Dia?

Gambar
Sejak akhir era Orde Lama, golf menjadi olahraga kegemaran para Jenderal TNI. Kebiasaan ini dilanjutkan para jenderal di era Orde Baru. Kumpul-kumpul bersama para kolega di lapangan golf merupakan kebiasaan para pejabat TNI.  Tak cuma main golf, para jenderal juga kerap makan di restoran mewah. Sementara para prajurit makan pakai tempe di barak yang hampir rubuh. Hal itu tak dilakukan Jenderal M Jusuf. Waktunya habis dipakai untuk mengunjungi para prajurit di pelosok Nusantara. Para prajurit dan wartawan yang melihatnya heran. Panglima TNI era 1978-1983 ini berbeda dengan para pendahulu dan jenderal-jenderal yang lain. Pertama, Jenderal Jusuf tak pernah main golf bersama para jenderal lain. Biasanya setiap kunjungan ke daerah, pagi-pagi rombongan jenderal sudah main golf.  Para prajurit juga melihat Jenderal M Jusuf tak pernah makan malam di restoran mewah. Makanannya biasa saja. Apa yang dimakan prajurit, itu juga yang dimakan dia. Jenderal M Jusuf menghabiskan ...

Kisah Jenderal M Jusuf Marah Besar Saat Komandan Tilep Uang Makan Prajurit.!

Gambar
Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Jusuf Amir lahir di di Kajuara, Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1928. Ia meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8 September 2004 di usia 76 tahun. Sosoknya sebagai salah satu tokoh militer yang sangat berpengaruh dalam sejarah angkatan bersenjata Indonesia, juga merupakan salah satu keturunan bangsawan dari suku Bugis. Ini dapat dilihat dari gelar “Andi” pada namanya. Namun, ia yang lebih dikenal dengan nama Jenderal M. Jusuf ini memilih untuk melepaskan gelar kebangsawanannya di tahun 1957. Sejak saat itu, sang jenderal tidak pernah menggunakannya lagi. Selama sepak terjangnya sebagai serdadu negara, Jenderal M Jusuf dikenal sebagai panglima TNI yang sangat peduli pada kesejahteraan prajurit. Dia selalu berkeliling dari barak ke barak untuk melihat langsung kondisi anggota TNI dan keluarganya. Jenderal M Jusuf menjabat Menteri Pertahanan Keamanan dan Panglima TNI tahun 1978 hingga 1983. Pada era kepemimpinannya lah prajurit TNI untuk pert...

Kisah PILU Djuwari, Pemikul Tandu Jendral Soedirman yang TERLUPAKAN!

Gambar
Melihat sosok Djuwari tak nampak kegagahan pemuda berumur 21 tahun yang 61 tahun lalu memanggul Panglima Besar. Namun dipandang lebih dekat, baru tampak sisa-sisa kepahlawanan pemuda Djuwari. Sorot mata kakek 13 cucu itu masih menyala, menunjukkan semangat perjuangan periode awal kemerdekaan. Sang pemanggul tandu Panglima Besar itu mengenakan baju putih teramat lusuh yang tidak dikancingkan. Sehingga angin pegunungan serta mata manusia bebas memandang perut keriputnya yang memang kurus. Sedangkan celana pendek yang dipakai juga tak kalah lusuh dibanding baju atasan. Rumah-rumah di Dusun Goliman termasuk area kediaman Djuwari tak begitu jauh dari kehidupan miskin. Beberapa rumah masih berdinding anyaman bambu, jika ada yang bertembok pastilah belum dipermak semen. Sama halnya dengan kediaman Djuwari yang amat sederhana dan belum dilengkapi lantai. “Sing penting wes tau manggul Jenderal, Pak Dirman. Aku manggul teko Goliman menyang Bajulan, iku mlebu Nganjuk,” ujar suami almarhum...

MENGHARUKAN, Ketika Patung Jenderal SOEDIRMAN Berdiri Tegak di Kantor Kemhan JEPANG!

Gambar
Masyarakat Jepang ternyata sangat menghormati Jenderal Soedirman. Sampai ada patung sang jenderal dibangun di depan Kementerian Pertahanan Tokyo. Patung Jenderal Sudirman yang terbuat dari perunggu setinggi sekitar empat meter di halaman Kementerian Pertahanan Jepang merupakan satu-satunya patung pahlawan asing yang ada dan dipajang di Jepang. Ini merupakan fenomena yang unik dan sekaligus pula merupakan keistimewaan bagi Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus kemarin ada upacara kecil di sana. Kelompok Masyarakat Jepang Pencinta Indonesia melakukan upacara peletakkan karangan bunga di depan Patung Jenderal Sudirman. Fujii Gemki, Ketua Panitia Pelaksana upacara ini, menyebutkan bahwa Jenderal Sudirman merupakan figur penting dalam sejarah Indonesia dan sekaligus juga dalam sejarah Indonesia-Jepang. Melalui Tentara PETA yang dibentuk Jepang pada Masa Pendudukan, kontak antara bala tentara Jepang dengan Jenderal Sudirman terjadi. Jenderal Sudirman menjadi salah satu simbol penting ...

Kopral Besar BAGYO, Prajurit "TERKUAT TNI" yang 20 Tahun Menolak Naik Pangkat!

Gambar
Kopral Kepala Cpm (Purn) Partika Subagyo Lelono. Dia lebih dikenal dengan sebutan “Kopral Bagyo” saja. Prajurit satu ini aneh bukan main. Selain karena ketangguhan fisiknya, Bagyo selama 32 tahun berdinas di TNI --sepanjang umur Orde Baru-- hingga kini pensiun, tidak pernah mau naik pangkat. Padahal, naik pangkat artinya naik gaji. Dan Kopral Bagyo sudah lebih dari lima kali ditawari kenaikan pangkat. Terakhir sebelum pensiun, bahkan tawaran datang langsung dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. “Ia menawari kursus keprajuritan lagi paling tidak satu bulan (untuk naik pangkat). Tapi saya bilang begini ke Panglima: jangankan sebulan Panglima, sehari pun saya tidak mau. Lalu Panglima tertawa dan menyahut: ya wes, sak karepmu wae (terserah kamu saja),” kata Kopral Bagyo, bercerita kepada kumparan di kampungnya di Solo, belum lama ini. Bagyo hanya mau menyandang titel Kopral --salah satu pangkat terendah (kelompok tamtama) dalam keprajuritan di TNI, tak mau yang lain. Sungguh ...

Bak DRAMA KOREA.! Bermodal CINTA Terlarang, TNI Bongkar Markas Gerilyawan!

Gambar
Butuh kerja keras bagi TNI untuk memadamkan pemberontakan anggota Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS) dan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) dari tahun 1967-1974. Mereka sangat mengenal medan di perbatasan Kalimantan. Sebagian rakyat di sana juga mendukung perjuangan PGRS/Paraku sehingga gerilyawan tetap mendapatkan suplai logistik. Maka intelijen TNI harus putar otak. Sebab perang melawan gerilya tak bisa dilakukan selalu dengan kekerasan. Merebut hati lawan agar mau berbalik bekerjasama dengan TNI jauh lebih menguntungkan. Cerita menarik soal sepak terjang intelijen ini dibeberkan oleh Jenderal Purn AM Hendropriyono dalam berjudul Operasi Sandi Yudha, Menumpas Gerakan Klandestin yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas tahun 2013.  Untuk mengetahui persembunyian dan mengenali para tokoh PGRS/Paraku, tentu dibutuhkan mantan pejuang organisasi tersebut yang mau bekerja sama. Kapten Hendropriyono kemudian mencarinya di dalam penjara Sei Raya Pontianak. Di sinilah para toko...