Postingan

Menampilkan postingan dengan label POLITIK

Nurhayati Assegaf Usul Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina, Ini Alasannya!

Gambar
Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen DPR, Nurhayati Assegaf, mengusulkan kepada pemerintah maupun Persatuan Antarparlemen agar PBB mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke perbatasan Palestina. "Pengiriman tentara perdamaian ke perbatasan Palestina untuk menjaga Mesjid Al Aqsa maupun rakyat Palestina dari tindakan kejahatan kemanusiaan Israel," kata Assegaf di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa.  Menurut dia, Indonesia sebagai negara demokrasi yang memiliki sikap politik luar negeri bebas aktif agar berperan nyata dalam kasus penyerangan Israel di Mesjid Al Aqsa. "Tindakan yang dilakukan Israel menutup Mesjid Al Aqsa, melarang rakyat beribadah di masjid tersebut dan bahkan melakukan penembakan terhadap imam besar Mesjid Al Aqsa, merupakan kejahatan kemanusiaan yang melanggar HAM berat," katanya. Menurut dia, tindakan Israel ini telah melanggar beberapa resolusi PBB, sehingga PBB sepatutnya bertindak menekan Israel. Editor: Ade Marboen sumber :  antara

Ingin Berpisah dari NKRI, Ini Surat Kedua NFRPB yang 'Ancam' Jokowi!

Gambar
Surat kedua akhirnya kembali dilayangkan Kelompok Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) kepada Presiden Jokowi setelah surat pertama tak mendapatkan balasan.  Surat tahap kedua ini dikatakan menjadi surat terakhir yang menawarkan perundingan dengan pemerintah Indonesia sebelum pihak NFRPB menempuh jalur diplomasi yang lebih tinggi yakni sidang mahkamah internasional.  "Ini sifatnya sekalian memohon diri dari tahapan negosiasi dengan Pemerintah Indonesia untuk menuju ke Mahkamah Internasional. Surat pertama sudah disampaikan sejak jamannya Presiden SBY dan kini Presiden Jokowi namun hingga kini belum ada jawaban," kata Komandan Kepolisian NFRPB, Elias Ayakeding yang didampingi sejumlah anggota NFRPB di Prima Garden Abepura, Kamis (20/7). Dan untuk surat tahap kedua ini dikatakan pihak NFRPB sekalian mohon diri karena jika tetap tak ditanggapi maka pihaknya lansung membawa persoalan Papua ke Mahkamah Internasional sesuai dengan aturan piagam PBB pasal 35 ayat 2....

Inilah 6 Aksi Tegas Soekarno Menolak Segala Bentuk Hubungan dengan Israel!

Gambar
Konflik Palestina-Israel telah terjadi selama bertahun-tahun masih berlangsung sampai saat ini dan sepertinya belum ada tanda-tanda akan berakhir. Dukungan kepada Palestina terus mengalir, tapi sayang hal tersebut juga belum benar-benar bisa mengakhiri konflik di sana. Apalagi Israel juga mulai diakui beberapa negara dan punya banyak dukungan. Indonesia termasuk negara yang mendukung kemerdekaan Palestina sejak zaman pemerintah Soekarno. Bahkan dengan tegas ia menolak segala bentuk hubungan dengan Israel. Presiden Soekarno nggak pernah mau mengakui berdirinya Israel pada tahun 14 Mei 1948 yang telah merampas tanah rakyat Palestina. 1. Tidak memperdulikan ucapan selamat kemerdekaan dari Israel Indonesia benar-benar mendapatkan kedaulatannya secara penuh pada tahun 1949. Negara-negara lain di dunia kemudian dengan segera mengakui kemerdekaan negara kita, bahkan termasuk Israel. Menteri Luar Negeri Israel saat itu, Moshe Sharett mengirimkan telegram yang berisi tentang pengakuan p...

WADUH.! Patok Batas Indonesia Ada di Lapangan Golf Milik Malaysia, Kok Bisa?

Gambar
Patok batas negara antara Indonesia dengan Malaysia di Kalimantan ternyata rawan dicuri. Bahkan, patok yang tak terawasi berpotensi membuat Indonesia kehilangan teritorinya. Itu pula yang terjadi di wilayah Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Ada patok batas negara milik Indonesia yang kini berada di lapangan golf milik warga Malaysia. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 131/Braja Sakti menemukan satu patok batas negara Indonesia-Malaysia di tengah lapangan golf milik warga negeri jiran itu. Secara teritori, patok batas bernomor F210 itu masuk di wilayah Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Komandan Yonif 131/Braja Sakti Letkol (Inf) Denni mengatakan, patok F210 adalah penanda batas antara Desa Pala Pasang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau dan Kompleks Wisata Borneo Highland, Sarawak, Malaysia. Karena itu, temuan tersebut sedang dirundingkan dengan pihak Malaysia. “Kami sudah sampaikan hal ini langsung kepada pihak Malaysia. Me...